Halooo!
Alhamdulillah masih
diberi kesempatan untuk menulis dan juga menikmati waktu berpuasa. Gimana puasa
kamu? Semoga lancar ya, puasanya hari ini! Semangat!
Jangan
lupa untuk terus menyambung silaturahmi bersama teman-teman, ya! Buka puasa
barengnya pun jangan sampai berakhir wacana! Xoxo. Ngomong-ngomong soal buka bareng, pastinya kita tidak akan melewatkan momen sekali setahun ini tanpa bertemu dengan teman-teman lama, ditemani berbagai makanan hingga jajanan favorit untuk dinikmati bersama.
Tapi tahukah
kamu bahwa toko/penjual takjil dimanapun berada atau bahkan festival
jajanan yang sedang marak-maraknya di bulan Ramadhan ini adalah salah satu sumber penghasil sampah plastik sekali pakai terbanyak?
Nah,
hari ini aku akan menuliskan beberapa tips
atau langkah kecil yang bisa kita lakukan sebagai salah satu makhluk bumi untuk menjaga alam kita yang
hari demi hari kian tua. Karena sebenarnya untuk menjaga bumi tidak perlu
langsung melakukan hal besar, cukup melakukan beberapa hal kecil namun terus-menerus
dilakukan.
Bisa dikatakan prosesnya cukup lama dan hanya berdampak kecil, apalagi dilakukan sendiri dibandingkan dengan jumlah orang yang masih memakai plastik sekali pakai. Tapi jika
dilakukan secara terus menerus maka akan berdampak besar, terlebih lagi ketika kita juga mengajak orang lain. Yang kemudian orang lain pun akan mengajak orang-orang
disekitarnya juga, begitu seterusnya hingga akhirnya banyak orang yang akan ikut mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan semakin sadar
bahwa dirinya pun berperan penting dalam menjaga bumi.
Sumber: instagram.com/runtrailrunlover |
Tapi sebelumnya, aku akan menggunakan hastag #KecilTapiMembunuh untuk tulisan hari ini. Mengapa harus hastag seperti itu? Yuk, simak!
So,
apakah langkah kecil itu?
--------------------
Sedotan Plastik.
![]() |
Sumber: google.com |
Tentu kita tidak asing lagi dong, dengan benda kecil yang satu ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita bisa menjumpainya hampir di semua restoran atau kafe atau penjual makanan/minuman dimanapun berada.
Hasil
data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action menunjukkan bahwa perkiraan pemakaian sedotan plastik setiap harinya di Indonesia mencapai 93.244.847 batang. Sedotan ini semuanya berasal dari restoran, kafe, minuman kemasan, packed straw. Kebayang gak, sih, seberapa banyak penggunaan sedotan plastik akan melebihi 94juta per harinya? Bagaimana jika penggunaan sedotan ini dikalikan dengan 365 hari atau setara setahun? Bukan tidak mungkin jika semua sedotan ini direntangkan, akan sampai ke negara-negara Eropa atau bahkan mengelilingi bumi.
Sedotan plastik ini terbuat dari polipropilena dan di desain untuk bertahan lama hingga seumur hidup. Ini menyebabkan butuh waktu yang sangat lama untuk terurai dan hancur. Sedotan juga merupakan plastik yang sulit di daur ulang, sehingga hampir semua berakhir di pembuangan atau laut. Ini juga dikarenakan nilainya cukup rendah, sehingga para pelaku daur ulang tidak bersedia mengambilnya untuk di daur ulang.
Restoran siap saji seperti McD dan KFC yang menggunakan sedotan plastik sekitar 400ribu setiap harinya pun sudah melaksanakan #NoStrawMovement atau Gerakan Tanpa Sedotan sejak November 2018 lalu. Ini tentu langkah baik sekaligus membantu menyadarkan masyarakat bahwa lebih baik mengurangi hingga menghentikan penggunaan sedotan plastik. Tentu ini akan lebih berdampak jika semua restoran/kafe atau semua penjual kompak menghentikan dan menjalankan Gerakan Tanpa Sedotan.
Tentu kamu yang telah terbiasa menggunakan sedotan akan merasa sangat berbeda jika harus seketika tidak menggunakannya. Lalu apa solusinya?
Solusi terbaik adalah: Reusable Straw.
Salah satu keunggulan memakai sedotan ini sesuai namanya yaitu bisa dipakai berulang kali. Setiap selesai memakai, kita bisa mencucinya dan caranya pun sangat mudah. Semakin banyaknya perusahaan yang memproduksi sedotan ini, maka artinya kamu pun mudah mendapatkannya. Variasinya pun banyak, bukan hanya terbuat dari aluminium tapi ada juga dari kaca dan bambu.
Untuk lebih mudahnya jika ingin memiliki sedotan stainless ini, kamu bisa menghubungiku dan memesan. Tersedia berbagai macam sedotan yaitu sedotan bengkok, lurus dan bubble, ada brush-nya juga. Kamu juga bisa pilih warnanya sesuai dengan keinginan. Bisa pilih mau paket atau beli satuan. (hiyyaaaa, S3 Pemasaran banget! Tapi gakpapa, sekalian promosi (: wkwk)
Untuk sedotan stainless ini pun harganya murah dan terjangkau. Harganya mulai dari 10ribuan.
Setelah membaca ulasan diatas beserta fakta-faktanya, masih maukah kamu menggunakan sedotan plastik?
Oke, next!
-------------
Botol Plastik.
Dilansir dari World Atlas, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara penggunaan botol plastik terbesardi dunia dengan total mencapai 4,28 miliar botol. Penggunaan botol plastik ini tentu akan terus meningkat setiap tahunnya.
Pertanyaannya, bagaimana jika ingin membeli minuman di franchise atau ditempat yang minumannya menggunakan botol plastik? Cukup sederhana jawabannya, minta mba/mas-nya pakai tumblr yang kamu punya untuk keep minuman. Contoh;
![]() |
Lebih enak pandang si tumblr atau gelas plastik? (: |
Ohiyaa, untuk tumblr kece diatas bisa kamu dapatkan di akun official @sikolacendekiapesisir (instagram), atau bisa langsung juga menghubungiku hahaha.
Oke, next!
-------------
Kantong Plastik.
Sumber: instagram.com/savetheplaneth |
Nah, ini juga salah satu penggunaan terbanyak di Indonesia. Penggunaan kantong plastik ini tidak terhindarkan terlebih ketika kita membeli banyak belanjaan atau jajanan, entah itu di minimarket hingga pinggir jalan.
Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penggunaan kantong plastik di Indonesia berjumlah satu juta lebih per menit. Setiap tahunnya, produksi kantong plastik ini menghabiskan 12juta barrel minyak dan juga 14juta pohon! Banyak sekali, bukan?
Data yang dibuktikan oleh Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo), ada sekitar 32.000 gerai yang menghasilkan 9,6juta kantong plastik per hari.
Sumber: instagram.com |
Solusi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri yaitu pembatasan kantong plastik dan kantong plastik berbayar. Tujuannya tentu mendorong masyarakat untuk lebih bijak menggunakan kantong plastik.
Bagaimana mulai dari diri sendiri? Tentunya dengan menggunakan: tote bag/shopping bag. Ini sangat berguna dan tentu bermanfaat. Dengan menggunakan tote bag/shopping bag setiap kali berbelanja, kamu tidak perlu menggunakan kantong plastik dan tidak perlu masuk dalam daftar penyumbang plastik.
-------------
Nah, sekian pembahasan #KecilTapiMembunuh. Huahahaha.
In my opinion, mengenai tentang himbauan dilarang buang sampah sembarangan, kreasi barang dari berbagai sampah plastik, pengurangan penggunaan sampah plastik hingga kantong plastik berbayar belum bisa terlalu menanggulangi akibat dari penggunaan plastik. Karena semua kembali kepada tanggung jawab individu dan juga kesadaran akan berbagai ancaman sampah plastik.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!
Bonus:
Sumber: twitter.com |
-------------
#SetiapHariBerkarya
Warm Regards,
Alfardwi.
Komentar
Posting Komentar